May 27, 2008...7:50 pm

Fenomena Seks

Jump to Comments

Seks merupakan suatu kebutuhan bagi manusia. Seks yang gua bahas di sini bukan seks yang berorientasi ke persoalan gender. Namun sebagai suatu kegiatan pemuasan kebutuhan biologis. Rata-rata, orang sudah mengetahui tentang seks itu sendiri pada saat menjelang pubertas. Selanjutnya mereka akan mengeksplorasi tentang apa itu seks, bagaimana terjadinya seks tersebut, bahkan mencari data-data bersifat visual (yang umumnya dilakukan oleh laki-laki) tapi ngga jarang juga dilakukan wanita.

Di era sekarang ini, kemudahan mendapatkan data-data tersebut sudah tidak dapat diragukan lagi. Kita bisa langsung search di berbagai search engine ataupun mendownload lewat download manger. Hal tersebut berlangsung terus-menerus sampai akhirnya computer kita meledak karena ngga muat lagi nyimpen data-data haram tersebut. Muahahahhahaha..

Ya, itulah fenomenanya. Indonesia adalah Negara majemuk yang mempunyai beragam suku bangsa, terdapat bermacam agama dan kepercayaan, namun tidak pernah menempatkan perbedaan pendirian atau pendapat di dalam urusan berserks tersebut.

Hmm..

Kalo gua kasi contoh, misalkan ada orang keturunan Jawa bercerita tentang kehidupan seks bersama istrinya, “Saya berhubungan suami istri dengan gaya A, sedangkan istri saya yang keturunan Batak tidak suka, dia yang orang Batak selalu suka gaya Z untuk berhubungan.”

Tidak ada hal-hal semacam itu. Mau batak, mau jawa, mau minang, mau sunda, gaya-gaya berhubungan tersebut sangat Universal.

Di dalam masyarakat kita ini, sudah banyak kejadian pemerkosaan. Hal yang sangat tidak etis untuk dilakukan dalam berhubungan. Karena melibatkan pemaksaan dan ketidakrelaan emosi untuk melayani partner seksnya. Itulah fenomena yang selalu dikecam oleh berbagai pihak di dalam masyarakat. Namun, gua suka mikir, kadang Si korban pemerkosaan nangis-nangis, menuntut si pemerkosa, tapi pemerkosanya bilang, “Kita melakukannya dengan asas suka sama suka kok, Pak”. Busseet…

Gaya apa lagi tuh “Suka sama suka” ?

Dari keturunan suku manakah gaya tersebut lahir?

Mungkin si pemerkosa ngarang-ngarang aja..

Mungkin juga si korban dikasi minum obat tidur biar ngigo. Eh, paginya nangis-nangis. Wuedan.

Saya hanya prihatin kepada pihak yang belum cukup umur untuk menjadi korban pemerkosaan. Karena masa depannya keruh akan suasana traumatis yang pernah ia rasakan. Jadi, setiap kegiatan yang ingin dia lakukan kena dampak emosi dari kejadian tersebut. Alhasil, hilang semangat hidup.

Kegiatan pemuas kebutuhan biologis ini seharusnya melibatkan dua emosi dari dua insan yang saling menyayangi, saling mencintai, saling komit, saling percaya terhadap satu sama lain, dan saling nafsu (loh?). Bukan pemaksaan dan ketidakrelaan.

Gua sih abstain aja kalo bicara tentang uda menikah atau belum.

Gua punya pendapat sendiri masalah ini, dan pastinya semua orang punya pendapat. Gua ngga pernah menekankan untuk membenarkan pendapat manapun.

Ingat, komitmen itu penting, percaya itu penting, jadi jangan mau berbuat hal sedewasa itu jika partnernya belum cukup matang untuk bertanggung jawab dan dapat berkomitmen.

Jangan juga jajan. Jajan yang gua maksud adalah, jajan yang ngemper di trotoar, buka kaca mobil sambil nanya “berapa mbak?”

Jangan.

Mahal tuh. Lagian, sangat rentan terhadap penyakit Sipilis. Gua ngga ngomongin AIDS loh. Tapi SIPILIS. Penyakit kelamin. Ih, astagfirullah.. amit-amit, jauuuh… huuuhh..

Nah, bagi orang-orang yang kadang kesehariannya sepi, ngga ada temen untuk melakukan kegiatan outdoor alias NGEKOST, pasang internet pula..

Hati-hati, computer meledak, tugas dan data-data belum di back up, dapet virus pula dari film haram yang lo download. Jadi saran gua, BACK-UP lah data-data penting kepunyaan lo.

Beberan ini bukan maksud untuk menyalurkan aspirasi seks gua (loh?), namun hanya sebagai review singkat tentang fenomena seks kalangan dari segi anak muda.

there’s a funny quote about sex

woman need a reason to have sex. Man just need a place.

-City Slickers movie

Maaf jika ada kesalahan.

2 Comments

  • bun buuun
    masalah ini emang susah
    mending benerin masalah moralitas dulu, baru yang kaya gini ini bisa terkontrol baik dengan sendirinya

    nah sebagai murid didikan komunikasi, gwa juga ngerasa media punya peran besar
    media jadi agen penyaluran yang gila bgt deh
    maksud gwa, coba deh sekarang pornografi makin banyak, makin murah, apalagi gwa pernah liat anak sd patungan buat beli majalah yang begituan, haduuuh..

    yah yang mau gwa bilang kasus pemerkosaan yang banyak terjadi sedikit banyak adalah efek dari pornografi
    konsumsi pornografi yang berlebihan bisa membuat kita jadi apatis sama isu-isu seks kaya gitu, atau bahkan efek yang terparah kita jadi ga bisa nahan libido yang ujungnya kejadian deh yang namanya pemerkosaan

    nah makanya kita sebagai wanita harus jaga diri ya
    kalaupun udah nikah jangan sampe kena juga yang namanya marital raped
    amit amiiiittt

    muah

  • masalah yang menjamur mbak oucha.
    masalah yang -kita sebagai warga Indonesia- tidak dapat pungkiri lagi.
    kemudahan mengakses data-data menjadi hal yang sangat rutin dilakukan.

    dari fenomena yang ada tersebut, apakah yang dapat kita lakukan?

    gua rasa pendidikan oral saja tidak merintis mereka menjadi individu yang anti-pornografi.

    ingat soft power teman2?
    mencoba menangani suatu masalah dengan pendekatan2 konstruktif dan pengontrolan.
    contohya, olahraga, dan kegiatan sekolah dan pekerjaan yang tidak menjenuhkan alias fun akan menjauhkan perhatian mereka dr membuka site2 tersebut.

    untuk pemuda-pemudi, yg masih di bawah 18, sebaiknya kita mempersulit cara membeli majalah porno ato barang2 berbau seks (termasuk toys) tersebut. dengan sulitnya akses membeli barang tersebut (perhatikan jg tingkatan kesulitannya), maka mereka akan jera dan merasa malas.

    tp ya gimana, susa beeng. katanya Glodok adalah pasar VCD/DVD porno terbesar se ASIA.
    seett dahh..
    bisa subsidi harga BBM tuh hasilnya. ato untuk pajak pembangunan. contohnya membuat jalan raya jadi sangat haluuuss dan rata, penghijauan, membuat sarana transportasi yang menunjang dan serasi dll.


Leave a Reply