Feeds:
Posts
Comments

SIAL.

Beberapa hari ini gua gampang banget marah. Hal-hal kecil aja bisa memicu ‘hormon marah’ gua sampe meledak-ledak. Terus terang hal-hal yang bikin gua marah itu ga esensial a.k.a ga penting a.k.a small stuff. And I really hate myself when it comes in a sudden.

Ya pada intinya, badan gua keep on moving foreward and backward, gua ga tau mau bergerak kemana, ngapain. Nah, perasaan ini tuh kaya lo ga dikasi kesempatan buat ngerenung atau diem sebentar buat tau dan mengerti apa kemauan atau kebutuhan lo saat itu. Rasanya tuh otak dipenuhi dan lebih tepatnya ditutupi oleh gambaran-gambaran blur yang gua ga tau apaan.

intinya gua emang nulis ini juga sambil marah-marah, gua jibang! *pfftt.

So, kemaren gua manggil temen gua untuk hangin’ out sebentar, berhubung dialah orang yang mengerti dan mau menyediakan telinga dan membuat gua nyaman untuk bersentimen ria, CHACHA. Gua cerita panjang lebar tentang “ke-nggak-jelasan” kemauan gua ini. Eh ditengah-tengah gua menitikan segelintir air mata cuy. Tapi gua juga ga tau nangis karena apa. Yang jelas It came on me because I’m tired of being so easy to be angry. Dan setelah gua bercerita, hati gua sedikit tenang. Sampai pada saat gua ngetik inipun gua ‘agak’ tenang, walau masih ada beberapa hal ga penting yang bisa bikin gua marah dan ga gua ngerti (sigh).

And after hangin’ out in her crib, gua yang bawa kamera karena tadinya mau menyendiri ngambir gambar sekitar Bandung, akhirnya muterin kampus dan jadiin Chacha jadi model dadakan, here they are:

Hari uda semakin sore, gua udah agak ‘easy’ perasaannya, Chacha ngajakin buat Messing around in her rooftop (I hope for Stargazing, but it’d end up with Phonemessing *long story). Ya, dan diatas atap, we ate some crackers, lollipops, and of course numbing. Dan seperti yang gua bilang, we do phonemessing, I won’t tell here, it’s too dangerous People. Hahahahaha..

Well I’m glad that I got a good friend like her in this town, satu hal yang selalu bikin gua pondering, waktu kita uda selesai kuliah, gua bakal sangat-sangat merindukannya.. hiks

The Venue Concert Hall Eldorado, Bandung udah terisi oleh ribuan penonton yang menunggu sang panutan hidup untuk segera beratraksi diatas panggung. Tapi seperti yang kita tau, we can’t expect too high on Indonesian time schedule. Ngaret cuy! nah, pada jam 20:30an stage masi diisi oleh Monkey to Millionaire. I never heard their songs but they sounded good. terus dengan jeda yang cukup panjang, Speaker People dimanjakan oleh aksi Tuhan mereka Speaker 1st. ber-rock n roll ria sekitar 5 lagu. gua uda siap-siap teriak2 di lagu “Tak Apa Seperti yang Kau Pinta”, tapi ditengah reff si vokalis agak kehabisan napas. I don’t mind.

Jam 20:50 which is ngaret 1 jam, akhirnya si kang Rekti keluar.. mereka (Farri, Acil, Adit) pake kemeja layaknya rockstar papan atas  ganteng2. dibuka oleh alunan “Black Amplifire” dengan sedikit aransemen dyslexia (gagap) haha. keren banget cuy!!! ohoow.. semua penonton sing along. yang moshing sudah tidak tentu arah. Dari penampilan pertama mereka, energi kita uda dihisap abis. Lagu dari Album “Visible Idea of Perfection” selalu ditunggu oleh penggemar. gua rasa sulit untuk meninggalkan kulikan lagu-lagu dari album itu. udah pas banget dikuping.

Tapi di album Hertz Dyslexia materi lagu mereka lebih mateng cuy. ada unsur darkish rock n roll dengan paduan bunyi bass-drum yang terputus-putus. gua suka banget. tapi nyari albumnya susah. alesannya ya abis ya ga ada di toko. ditengah acara Rekti bilang, “ini akustik pertama selama mereka manggung di stage”, sekejap Hall The Venue Eldorado penuh dengan bintang-bintang kecil berwarna biru, merah, ijo dll. suasana jadi romantis. The S.I.G.I.T cuy! menggodok romantisme di panggung pertama! beberapa penonton ada yang menyalakan korek gasnya (yang uda dilarang) untuk ikut membuat suasana semakin sendu. Black Amplifire-accoustic version/My Generation/Live In New York, sebagai lagu yang jarang ditampilkan bisa gua liat sekarang. wkwkkwk

Biasalah, mereka uda saying goodbye dan penonton berteriak (We Want More! -bukan Ni No Nor) beberapa kali. The S.I.G.I.T keluar dari panggung. selang 5 menit, mereka keluar lagi dengan kaos oblong yang biasa kita liat kalo mereka manggung. tapi they’re adorable. hahaha. membawakan clove doper dan soul sister yang membuat beringas para penonton. Si Rekti lalu ngajak jamming masal dengan melempar kecrekan anak2 yang berjumlah puluhan kepada penonton, tapi ga maksimal bunyi kecrekannya. konser lalu diakhiri oleh lagu Money Makin’ dari album mereka yang baru, penonton dihujani dengan ribuan uang dollar yang beremblem The S.I.G.I.T (gau aja dapet 10cuy) haha. gila kita ke konser The S.I.G.I.T dapet oleh-oleh banyak banget. seneng banget deh.

Pengalaman itu ga pernah gua rasain di konser yang lain. Hanya dengan harga tiket Rp 20.000 lo bisa puas nonton dan dapet souvenir (kayak kondangan) wkkwkwkw. haah, mereka lalu berpisah dengan penonton sambil teriak “Sampai Jumpa Tahun Depan!!!” penonton bersorak “YEAAAAHHHH!”. tentunya hal tersebut ga bisa kita dapet dari konsernya “Wali Band” kan cuy. wkwkwk

Go For Dimes

Do i ever learn something from a book?

Yes, i do. often.

i read this book titled “Don’t sweat the small stuff (Carlson R.)” that my partner gave to me as a birthday present (the only birthday gift i got in 20). The book told us about how to live more effectively and mostly how to balance our mood around lack emotions we’re dealing with everyday. There are 100 lessons in the book, i read it very carefully, page by page. seriously this book has brought me to the higher phase i can ever be now.  It’s adhesive, remained in my soul.

it is fun, reading a book. every time i get alone i carry it everywhere, thinking i probably have time to read some when somehow. it’s my bible now, pocket book. i don’t wanna be separated from it. Lol.

i feel so encouraged. oh so wonderful,

besides mingling with books, internet has been my enlightenment of mood these days. I search sorts of new acknowledgments, almost any kind of magical thing. even though i hate when my head get so dizzy and beaten up. it hurts like shit. do i have a brain cancer? (hope not)

internet, love it. maybe it’s because i got unlimited subscription, so I’m not worried about the bill.

NEXT is WEEDS SERIES. Man, i cannot describe how the movie amazed me. A drug dealer mommy tried to build her own weeds business for family income. I’m probably insane, i adore weeds/series. Mary-Louise Parker did it well. so preety, so dangerous, so adventurous. her children are ‘pfftt’ brilliant! weeds business makes dimes. But i doubt it when indonesian deals, so not cool. (what is it Mut? wkwkwkwk).

hey, what is your plan for this year? or month? or Week? and have you already got satisfaction with what you do?

I think i have one. I do wanna make zillion of dimes!

I love THE S.I.G.I.T

THE S.I.G.I.T, A tribute to Sir Ading, Bumi Sangkuriang

They are leaders.

I think there are many amusing indie bands in Indonesia, particularly in Bandung. I often say to my friend that I love Bandung musicians. Fortunately they are more appreciative and not argumentative. They just make music, play it on stage (or not) until they sweat on it.

When I was in High School back then, I went to indie gigs almost in every week. The gigs were held in some cafes or  squares. I can say that there was my place, where i belong, hearing and seeing stage performances.

The genres such Screamo or rock n roll are often being my choice in music. I heard ARCK, I heard Too Late To Notice, I heard MARCH, I heard KILLM’S, etc.

It is very different now. I got assumption that i prefer Bandung musicians. I’m in love with THE S.I.G.I.T in 2nd grade, trying to hear their album every morning, and also sleep with it.

Now in my year of college, I take a look at some good gigs that’re held. I like Indie folks such as C.U.T.S, Speaker 1st, Contra Indigo etc. The front man of SPEAKER 1st said “Gua bangga banget lahir dan jadi musisi di Bandung, satu sama lain saling peduli, dan sangat apresiatif”. And it was echoing in my ears. I like his statement. I think it’s true.

The S.I.G.I.T new album called ” Hertz Dyslexia ” has been issued!

Alter Ego

So i just got back from CIWALK,

I took pictures in a booth,  here it is, what’s on your mind exatcly after seeing this?

Maybe, “Aa Bukan Mute! bukaan bukaaaann..!!!”

yea, keep shouting..

i kinda have alter ego. sometimes i get so close to people.. sometimes i don’t need to.  sometimes i choose to be “NOT A GIRL AT ALL” and i love it.

here’s also me:

so, yes, psycho, i got alter ego.. i’m proud.

if you’re saying, “that is not good.. “

I would say, “have you ever been so good in your life?”

Sometimes i enjoy my sanctuary time in being a woman. Not a girl, because i don’t like the term of “Girl”. I love maturity. I love adultery (looh!?). But so far, I love my decision, everything I can be, then I’ll be.

To Brag About

Hey readers..

there’s nothing important here.  The photo above’s showing a lamp that i see almost every day and night.

when i’m typing my paper, when i’m connecting on Facebook, when i’m downloading mp3s.. i look at the lamp.

hey i got a bunch of Camera gears now. I got lenses, filters, and semi-auto pentax cam. i’m so grateful..  my cousin brought ‘em directly from Qatar..

it’s fine to brag a lil charm of these Stuff rite? hehe..

Kesayangankuuuuuk

their names as written,

Cammy NIKON, Abang PENTAX K100D, Uyut PENTAZ MZ-50

hioioohio

I would like to post a very precious writing,

Seorang sahabat,

Seorang teman cewek yang selalu mendefinisikan hidup itu not always perfect, Chacha. Cheering me up when she wrote a letter to me, that says,

Dear Mute,

This is something that might cheer you up.. or might not.. but you still have to give me “A” for effort. Off course I won’t stand still looking you break down like this. I would try to do anything in anyway just to say “I’m hear here for you”

But I’m not touching that department, cause:

1st I’m not very good at it.. hardly have experience about it

2nd It’s too painful

3rd I’m sure you can handle it better when you’re on your own..

But I’m here now just talking about how great you are.. you are the only one that I could trust and you know how special is that?? I’m so grateful to even know you.. to be able sharing our thought.. and you always making me feel great about myself…

Do you know that, all these year my mom been giving me the stereotype “How Men Should Be”, “How almost all men are jerk”, I’m not blaming her for what so ever but it’s just not too good for me, and I know that she didn’t mean too.. but you break it!! You make me more open minded… you makes me think that I deserve better.. you always balance me up!! And it’s been very helpful, cause sometimes “world” not always right.. sometimes I just have to hold on to what I believe in.. and you teach me that..

You always been this low profile and exclusive in the same time.. and I still don’t know how you can manage that.. you should teach me that.. Lol…

You always been so concern about me and I’m very thankful… it’s always a nice feeling to know someone care…

And there so many things sooo very great about you but I have to go to class…

I hope you feel this great about yourself cause I know “I am!!”


Ps: When you go abroad.. and I know someday you will.. I’m gonna miff you!!

Muach.. muach


CHACHA

I don’t need to type quotations here, her letter makes me so much happier. More grateful, that sometimes I feel so lost about who I am exactly. But she reminds me. In the middle of chaos in my life. I still got some folk that knows she care. She doesn’t want me to mourn and how can’t I be so thankful?

Makasi ya cha..

Makasiii banget.

Your “Nunga-Nunga” letter keeps me peacefully.

I don’t have so much people to be called ‘friends’.

I only got few of ‘em, and they’re the best.

You’re a friend, and you’re the best. Smoga lo baca ya Cha..

ACAC

ACAC

Hancur otak gua rasanya. Badan gua udah ga fit sekarang. Perhatian gua uda kesebar kemana-mana ngga karuan. Gua benci banget hal kaya gini. Tai.

Well, gua stop smoking for awhile. Gua mo jaga dulu kesehatan ini. Hff.. cape bangsat.

Uda 3 hari ini gua cape. Bukan cape fisik aja, tapi cape otak juga. Ngikutin suatu acara jurusan yang gua bilang bonafit. Over all, mission accomplished si! Tapi ada oknum-oknum yang kaga bisa jaga keprofesionalitasan aja. MAMPET!

Terimakasih kepada anak-anak divisi PUBLIKASI-DOKUMENTASI gua yang sangat memberikan 100 % perhatiannya pada tugas masing-masing dan tidak menyepelekan masalah. Kalian adalah orang-orang yang kompeten.

Sebagai kordinator divisi PUBDOK di acara ini, gua berurusan dengan -tai banyak banget pihak.- Kordinasi ke atas, ke bawah, horizontal. Hal itu gua lakukan satu demi satu, sabar, berkepala dingin, SIGAP dan perhatian. Supaya ga bakal merugikan yaa at least kerjaan gua sendiri.

Panitia, panitia,,…

Pada kecapean kali ya, kita semua.

Gila,.

Gua minta maaf secara pribadi, kalo gua sering membentak pihak lain, memberikan tatapan “BLAMING”, dll. Kita semua begitu, pasti! Jadi gua ga ada sakit hati sama sekali dengan setiap panitia. Ngapain juga sakit hati, wasting tenaga, hati dan pikiran gua yang jauh lebih bermanfaat untuk hal lain. Cuma “KE TIDAK-PROFESIONALTASAN” diantara beberapa panitia itu yang gua bener-bener bakalan bilang ENOUGH kerja sama dengan mereka yang mau gua review. Gua memilih setiap langkah hidup gua, dan ga akan gua ulangin untuk berada di situasi yang sama dengan mereka.

Et, mending gua tulis aja poin-poin yang memperlihatkan bahwa seseorang KURANG atau bahkan TIDAK PROFESIONAL:

  • Suka mengelak pekerjaan.
  • Suka melempar pekerjaan.
  • Tidak bisa membantu dan memberikan jawaban dengan akurat.
  • Jika dimintai tolong “setengah-setengah” bahkan cenderung menganggap sepele. Dan hasil OUTPUT jadi berantakan!
  • Menggunakan alasan-alasan yang childish.
  • Suka membela diri sendiri lebih dari pada membantu divisinya sendiri, atau panitia yang membutuhkan adanya diri si panitia itu.
  • Bisa menyangkal sangat-sangat baik.
  • Kalo di kritik, suka ngga terima. Terus cari orang untuk diceritain permasalahan dan mendoktrinasi pikiran dengan pandangan dia saja. Padahal kalo kritik, pasti ada benarnya.
  • Kalo diminta tolong, marah-marah. Terus NGAMBEK.
  • Gaji buta, ngga kerja, nongkrong dibelakang, makan-makan, ngerokok, beresin sampah.. (lah?)
  • Suka menyalahkan divisi yang meminta tolong dengan dirinya dengan alasan, “LAGIAN KENAPA GA DIVISI DIA AJA YANG DISURUH? KAN ANAK-ANAKNYA BANYAK” lah, terus kalo ga bisa dimintain tolong, kenapa ga nolak aja? Bbah.. malah BERANTAKAN OUTPUT GUA! Kalo nolak kan ga bakal punya tanggung jawab!
  • Panitia yang suka ngga ngangkat hp pas diperluin. Terus pas ditelfon lagi, uda dimatiin. (sengaja banget).
  • Panitia yang disuruh NELFON orang, tapi kaya Keberatan banget. Dasar pantat. Pulsa abis ya wajarlah.
  • Dll, dll..

Haah, akhirnya gua post juga nih isi otak dan hati yang hampir mo pecah (ga ada unsur yang dilebih-lebihkan, mo pecah beneran ni otak). Tapi sekarang uda lega. Terimakasih, Atnan, Regi, temen-temen PUBDOK yang memberikan curahan perhatiannya kepada perasaan gua. Dan hasil kerja kita, BAGUS BANGET! Masih sisa sertifikat yang salah ya, Danish.. hehehe (kalo baca).

Sekarang udah lega dan gua mau berterimakasih kepada setiap pihak yang sudah berbaik hati memberikan senyuman ketika dimintai tolong.. senyuman kalian itu lebih fulfilling deh. Makasi ya…

Hug PUBDOK CIHEUY!

(this post is referred to some people who realize, I don’t care if you hate this, cos I don’t give a shit dudes.

And I want my PUBDOK kids to read,

Atnan, Danish, Gilang, Ibonk, Itink, Keshia, Lala, Regi, Stella, Via, Viktor, Wewe.

Terimakasih banyak ya!)

Dadah.

Never doubt that a small group of thoughtful committed citizens can change the world: Indeed it’s the only thing that ever has. -  Margaret Mead

PUBDOK

PUBDOK

Just a title and I’ll write later.

Banyak kerjaaaan..

Setiap hari gua ga bisa tidur siang. Karena beban di otak ini. Jadi ga seimbang deh, jadi “skip”. Oia, gua telah meng-non-aktifkan account Facebook gua. Untuk sementara. Males buka, males baca, males tau apa yang orang tau aja. Terus beberapa temen, nanya, “Mute, lo ngeremove gua yaa?”. Jawabannya, “NGGA”. Ya, untuk saat ini, nama gua ga terdaftar.

Pusing.

Kemaren Nyokap bokap dateng ke Bandung. we stayed in Concordia Hotel, Bumi Sangkuriang. Akhirnya gua bisa belanja dan makan gratis. Hhaha. Setidaknya ga diem di kos malem mingguan.

Itu juga jadi masalah gua. Weekend sendirian di Bandung itu sucks banget deh. Kadang-kadang temen yang gua ngerasa nyaman banget ga bisa di ajak pergi karena undangan. Dan gua harus menjamur di daerah Ciumbuleuit ini. Pengen banget deh ke gigs lagi. Pengen nonton bocah-bocah rambut miring yang pembawaannya santai dan tidak memikirkan “problematika” diluar gigs itu. Pengen banget bertemen lagi sama orang-orang itu. Orang-orang yang dulu.

Yah, gua kekurangan info banget nih. Di Bandung ada dimana aja si gigs begitu? Tolong beritahu nama café dan lokasinya dong. Sama Genre musiknya juga kalo bisa. Hehe. Karena gua juga pengen maen ke komunitas Jazz.

Gua bosen juga dengerin lagu-lagu dari artis yang udah terkenaaaaal setiap hari. Gua pengen dengerin lagu-lagu buatan orang seumuran. Yang jujur dan transparan. Bukan lagu cinta Hijau Daun, D’Massiv shit things. (maaf bagi yang ga suka!) huakakkaakakkakakak.

Terus kinerja gua sekarang ribet banget deh. Sempet kesel banget gua ama ke’absurd’an ini. Fuck.

Kalo ngeluh aja, lancar gua.

Oia, I miss my friends in this group deh.. kita harusnya maen terus. Ngulik lagu-lagu unik dan histeris di Kamar Wewe, which is jadi nama band kita, “KW”. Preeettt.. hahahhaa..

Atha, Gua, Via, Wewe

Atha, Gua, Via, Wewe

come on Birls!

Older Posts »